-->

Tuesday, 22 June 2021

RILIS PERS PERTUNJUKAN “ANATOMI TAHU” KARYA DAN SUTRADARA ANWARI


Sebuah pertunjukan kesenian tidak pernah lepas dari kondisi sosio kultural masyarakatnya. Bagaimana masyarakat berkembang, bersama dengan itu pula pertunjukan kesenian bergerak. Begitu pula dengan pertunjukan teater yang seringkali mengambil isu dari kondisi lingkungan di sekitarnya. Ada yang menarik dalam fenomena industri yang berkaitan erat dengan sistem ekonomi, sosial, dan psikologi masyarakat. Ketiganya saling mempengaruhi dan membentuk budaya tertentu dalam masyarakat. Di luar dari itu, seni seringkali berkembang dari kondisi budaya masyarakat dan akan menarik saat pertunjukan dihadirkan di tengah kegiatan industri.


Kali ini kami mengangkat industri pabrik tahu dengan isu tahu di dalamnya. Di mana seperti yang kita ketahui bersama, tahu yang dianggap sebagai makanan “murah” rakyat rupanya sedang mengalami kondisi kontradiktif di mana murahnya harga jual dibayangi dengan fenomena impor kedelai sebagai bahan bakunya. Kondisi ini tentu tidak banyak menjadi fokus mayoritas konsumen tahu. Sepanjang perjalanan, tahu terus menjadi makanan murah di negara sendiri. Lain kondisi di luar negeri, tahu rupanya menjadi makanan yang “tidak murah”. 


Dengan kondisi inilah kami menggagas sebuah pertunjukan teater dengan menggunakan pendekatan teater antropologi-industri. Kami ingin menunjukkan hubungan menarik antara industri yang banyak mengambil alih peran manusia hingga menciptakan pola masal dan instan dalam hal jangkauan dan konsumen. Sedangkan terkait dengan pemilihan tempat pabrik tahu RDS yang berkomitmen membuat tahu organik adalah kesterilan yang distandarkan pada pekerja tahu dan strategi pembuangan limbah (seringkali dianggap mencemari lingkungan), namun di pabrik ini ada strategi industri yang menarik.

 

Pertunjukan ini berangkat dari riset proses pengolahan tahu langsung di pabrik tahu RDS Klampok, Singosari. Periset adalah tim Kamateatra Art Project yang terdiri dari pemimpin pertunjukan, sutradara, hingga aktor, yang dibantu oleh pemilik pabrik tahu sebagai narasumber dan produser pertunjukan.


Pada saat pengolahan adegan, sutradara bersama para aktor mengangkat isu seputar impor kedelai yang sempat disinggung presiden Joko Widodo, hingga harga tahu yang tidak pernah naik. Kemudian bagaimana para pekerja di pabrik tahu dieksplorasi dalam adengan-adengan minim kata dan lebih banyak eksplorasi gerak. Penonton akan banyak menikmati pola-pola gerak aktor dan bahasa-bahasa simbolik. Isu lain adalah seputar sosok kapitalis yang dianggap mampu memberikan kesejahteraan di balik produksi tahu dan nyatanya hanya menjadi angan-angan semu. Hingga pada akhirnya digambarkan betapa masyarakat pembuat dan konsumen tahu terus berkubang dalam permasalahan di balik produksi tahu yang tak pernah selesai.

 

Ada yang menarik dalam proyek Kamateatra Art Project kali ini di mana kami menggandeng sosok pebisnis muda yang pernah menerima penghargaan berskala nasional “Mandiri Award” sebagai wirausahawan muda paling berbakat (2010). Ini adalah kolaborasi yang di luar alur kebiasaan kami. Lewat sosok wirausahawan muda ini pulalah jalan berkesenian langsung di pabrik tahu terbuka, pun kemudian kami menggandeng pengurus Ansor Ranting Desa Klampok. Proses kolaborasi kami kali ini sendiri masih mengusung misi kami sejak tahun lalu yaitu bersinergi dengan segala potensi yang ada di sekitar lingkungan kami, desa Klampok, kecamatan Singosari, kabupaten Malang.

 










Tim pertunjukan ini terdiri dari Rudik Setiawan (produser); Anwari (sutradara); Elyda K. Rara (pemimpin produksi); Ma’rifatul Latifah, F.N. Bagaskara, Moenir Khan, Azizah Novi, Allan Fikri, dan Bahauddin (pemain); Dodot (penata lampu); Akmal Rahmat Firdaus (penata artistik); Julieta Anta (manajer administrasi); dan Arrington de Dionyso (penata musik), serta beberapa volunteer yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu.

 

Pertunjukan ini membuka kesempatan bagi siapa saja untuk memberikan dukungan dalam bentuk dana, peliputan pertunjukan, hingga tindak lanjut pertunjukan lanjutan. Dukungan dapat disampaikan secara langsung melalui 085102321025 (Rudik) atau 081944908806 (Elyda).

 

Bagi penonton yang ingin menyaksikan pertunjukan ini diimbau agar segera memesan tiket karena kuota terbatas. Pertunjukan akan dihelat pada Minggu, 4 Juli 2021 jam 19.00 WIB di pabrik tahu RDS, Klampok, Singosari, dengan HTM 25.000. Untuk pemesanan bisa melalui 085230800787 (Mia) atau 081944908806 (Elyda).

 

 

Singosari, 23 Juni 2021

Elyda K. Rara

(Direktur Kamateatra Art Project)

Menyoal wacana, pertunjukan, dan apresiasi seni pertunjukan kontemporer di sekitar kami

0 Comentarios:

Post a Comment

Hubungi Kami

telepon :

+62 819 9919 4797

Alamat :

Perum Shingasari No 4B
Malang

Email :

kamateatraartproject@gmail.com