-->

Tuesday, 2 June 2020

PANDEMI PARANOID 19

REPRESENTASI SOSIAL DALAM PERTUNJUKAN DIGITAL "PANDEMI PARANOID 19"



Oleh: Sandra Imaniar Hanifah Susanto*



Saat ini pemerintah Indonesia dan bahkan beberapa negara lain yang terdampak pandemi mengeluarkan kebijakan karantina wilayah secara besar-besaran. Di Indonesia sendiri, pemerintah telah beberapa minggu menggalakkan kebijakan PSBB. Namun meski dengan adanya kebijakan ini, banyak warga membandel dan tetap bepergian dengan bebas. Hal ini tampak pada video teater digital Pandemi Paranoid 19 ini, di mana banyak warga berkumpul meski tidak berkerumun. Para pedagang tetap memperjualkan dagangannya tanpa peduli apakah dagangan tersebut telah terkontaminasi virus korona. Meskipun begitu aktivitas warga sudah mulai berkurang padahal Indonesia termasuk negara dengan penduduk yang padat dan mobilitas tinggi. Itu membuktikan bahwa masih ada warga Indonesia yang taat aturan.



Merebaknya pandemi juga menyebabkan timbulnya beraga mitos dan kabar burung di mana-mana. Dalam video ditampilkan para tokoh memakan telur rebus yang merepresentasikan kondisi di beberapa wilayah pelosok Indonesia yang berupaya menghindari bahaya korona. Pandemi korona juga menimbulkan kepanikan, rasa cemas, kekhawatiran, dan paranoid masyarakat seperti yang tertera pada video. Banyak masyarakat yang curiga terhadap sesamanya kalau-kalau mereka tertular wabah Covid-19. Beberapa di antaranya juga mulai menunjukkan gejala OCD.

Kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan seharusnya dapat menghambat virus corona menyebar dengan mudah. Namun karena adanya kemajuan transportasi dan mobilitas dari pulau ke pulau, virus ini tetap dengan mudah terbawa dan menyebar.

Aspek-aspek lain yang berkaitan dengan kondisi masyarakat masa krisis pandemi dalam video ini dapat ditemukan dalam beberapa kondisi. Munculnya sikap curiga dan waspada berlebihan terhadap sesuatu, misalnya makanan atau orang lain. Selain itu juga menimbulkan sikap antisosial karena pembatasan sosial. Ada banyak kabar burung yang beredar disertai kemampuan bernalar masyarakat yang dirasa kurang sehingga tidak dapat membedakan mana berita yang benar adanya dan mana yang tidak. Hal ini juga memancing kepanikan masyarakat akibat menjamurnya berita-berita mengenai pandemi di internet maupun media massa lainnya. Para petugas kesehatan yang bertaruh nyawa dan memakai seragam khusus dalam menangani pasien terjangkit. Beberapa dari mereka meninggal akibat terjangkit virus atau kelelahan. Banyak korban berjatuhan, sesak napas, hingga meninggal. Karena semakin banyaknya korban, masyarakat mulai menaati aturan dan menerapkan pembatasan sosial bahkan ketika memesan makanan di warung.

Terkait musik yang digunakan dalam video teater digital ini sebenarnya sesuai dengan suasana yang tergambar, meski menurut saya musik tersebut sudah banyak digunkan para pembuat konten lain. Namun video tersebut tetap bernilai karena meski tidak banyak percakapan, namun penonton bisa dibawa menyusuri tiap latar yang diiringi musik latar belakang.

Meskipun pertunjukan ini digarap dengan alur yang di beberapa bagian terasa lambat, namun teater digital ini dikemas dengan unik dan diperankan dengan kuat. Para pemeran memerankan perannya dengan menjiwai di tengah banyak orang yang mengamati mereka. Mereka tidak merasa terusik sedikit pun. Latar tempatnya juga unik: di tengah masyarakat, dalam ruangan yang acak-acakan, dan di pemakaman. Perpindahan latarnya juga diatur dengan baik. Selain itu, penjelasan yang tertera di deskripsi juga sangat membantu dalam menambah wawasan dan pengetahuan tentang video. Lalu  tampilannya juga dibuat sederhana tapi representatif.



_______

*Penulis adalah siswa SMA Negeri 1 Lawang dan giat menulis karya fiksi di media sosial. Tahun ini menempati urutan ke-5 Olimpiade Bahasa Jerman tingkat Nasional yang diselenggarakan Goethe Institut dan berhak mengikuti Kursus Bahasa Jerman untuk Remaja dari Goethe Institut di Jerman.

Menyoal wacana, pertunjukan, dan apresiasi seni pertunjukan kontemporer di sekitar kami

0 Comentarios:

Post a Comment

Hubungi Kami

telepon :

+62 819 9919 4797

Alamat :

Perum Shingasari No 4B
Malang

Email :

kamateatraartproject@gmail.com