-->

Friday, 8 May 2020

EROR | ENTER KARYA ANWARI: ALA ANAK SMA

MEMBACA KODE KATA-KATA DI PERTUNJUKAN "EROR | ENTER" KARYA ANWARI: ALA ANAK SMA


Oleh: Saharani*


Pertunjukan EROR | ENTER karya Anwari merupakan drama pantonim yang bercerita tentang hal-hal yang terjadi selama masa pandemi covid-19. Ketika awal pemutaran video, saya merasa pertunjukan ini memberi kesan ketakutan dan kekhawatiran yang dialami seseorang dari musik yang mengiringinya. Menurut saya, pertunjukan ini memberi tahu dengan adanya covid-19 ternyata banyak rangkaian kejadian yang dialami oleh masyarakat Indonesia. Hal itu terlihat dari kata-kata yang tertulis di layar. Saya akan menjabarkan maksud dari setiap kata-kata itu.


Pertama, error-enter ini berarti kita memasuki dunia yang dipenuhi dengan kekeliruan, kesesatan, dan kesilapan. Hal itu terlihat dengan adanya virus covid-19 di Indonesia. Kedua, sembunyi-pengap ini ditunjukkan ketika kita mengikuti anjuran pemerintah yaitu di rumah aja, kita mematuhi perintah tersebut hingga suatu ketika kita merasa pengap atau membutuhkan sesuatu yang segar seperti jalan-jalan karena bosan terlalu lama di rumah. Ketiga, monoton-mmm...!! itu mungkin yang saat ini kita rasakan yaitu rasa bosan dengan melakukan hal yang monoton di setiap harinya hingga kita menghela napas bingung akan melakukan apa. Keempat, makan-tak ada itulah yang dibingungkan oleh masyarakat miskin dan masyarakat yang kehilangan pekerjaan yaitu tidak ada yang bisa mereka makan. Kelima, ekonomi-macet ditunjukkan dengan berhentinya operasi beberapa perusahaan sehingga banyak orang yang kehilangan pekerjaan seperti pedagang kaki lima, ojol, dan sopir kendaraan umum. Keenam, hoax-sistem, banyak sekali berita bohong yang beredar di tengah pandemi ini seperti cara penanganan yang salah untuk mengatasinya sehingga masyarakat salah pemahaman mengenai isi berita.
Ketujuh, otak- konslet, banyaknya kejadian yang dialami mengakibatkan masyarakat merasa seakan-akan otak mereka bermasalah karena tidak menemukan solusi yang benar. Kedelapan, kecil-besar, awalnya covid-19 ini dianggap remeh namun ternyata covid-19 adalah masalah besar yang harus mereka hadapi. Kesembilan, kota-tutup, untuk menyelesaikan masalah covid-19 pemerintah memberi peraturan lockdown sehingga banyak tempat yang ditutup. Kesepuluh, moster- toilet, mungkin ini seperti ketakutan yang sedang dialami masyarakat karena covid-19 yang tidak kunjung selesai. Kesebelas, 9000+-death banyak nyawa yang hilang akibat covid-19. Kedua belas, sesak-media, saat ini media terus-menerus memberitakan tentang covid-19 hingga masyarakat lelah dengan keadaan ini. Ketiga belas, drama-masker, pemerintah memberi aturan memakai masker ketika berpergian, namun masih banyak masyarakat yang tidak memedulikannya. Selanjutnya, +62-pandemi, kamu-mau...!!, ini-iya ini, mampus-instal keempat kata-kata ini saling berikatan yaitu pandemi di Indonesia memang merugikan masyarakat sehingga pemerintah banyak mengeluarkan aturan untuk mengatasi salah satunya pemakaian masker. Memang banyak yang mematuhi aturan ini tetapi masih banyak pula yang menghiraukannya. 

Ketika seseorang berpergian tanpa memakai masker tanpa disadari ia telah membuat orang lain merasa risih dan khawatir. Semisal seseorang sedang sakit dan tidak memakai masker tanpa disadari ternyata ada orang yang tertular hingga orang itu sakit dan akhirnya meninggal. Ternyata satu hal kecil yang kita lewatkan berdampak besar pada orang lain. Hal ini terus-menerus terulang di masyarakat. 

Akhir dari video ini adalah tatapan mata seseorang yang merasa khawatir, bingung, cemas, frustasi, dan takut menghadapi semua yang terjadi.

Pertunjukan ini memiliki amanat yang sangat mendalam dan menyentuh yaitu menunjukkan kepada kita bahwa ketika kita bermalas-malasan, makan, dan bersenda gurau dengan keluarga di tengah pandemi ternyata di luar sana banyak orang yang kesusahan, sendirian, dan tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Itu akan membuat kita semakin bersyukur dengan apa yang ada dan kita miliki. Saya sangat merasa bersyukur setelah melihat pertunjukan karya Anwari ini karena telah menunjukkan kepada saya bahwa banyak hal yang terjadi selama pandemi covid-19 berlangsung.


________

*Penulis adalah siswa SMA Negeri 1 Lawang

Menyoal wacana, pertunjukan, dan apresiasi seni pertunjukan kontemporer di sekitar kami

0 Comentarios:

Post a Comment

Hubungi Kami

telepon :

+62 819 9919 4797

Alamat :

Perum Shingasari No 4B
Malang

Email :

kamateatraartproject@gmail.com