-->

Tuesday, 5 May 2020

PANDEMI PARANOID 19? (BAGIAN 4-6)

APA KATA SISWA-SISWA SMA TERKAIT PERTUNJUKAN DIGITAL "PANDEMI PARANOID 19"? (BAGIAN 4-6)



(sumber gambar: victorynews.id)



#4
Kata Putri Aminah
(Siswa kelas XI IBB SMAN 1 Lawang)

Merupakan teater digital dari Kamateatra Art Project yang menggambarkan keadaan bangsa Indonesia saat ini. Di mana saat ini para masyarakat merasa ketakutan, terasingkan, kebingungan dan khawatir terpapar virus corona. Penggambaran mengenai hal itu tersampaikan melalui digital teater ini. Dengan musik pengiring yang mendukung ketegangan, beberapa berita mengenai program pemerintah seperti social distancing, physical distancing, dan PSBB yang sedang diberlakukan, ketakutan masyarakat hingga mempercayai isu bahwa memakan telur dapat terhindar dari virus corona, dan semuanya berujung pada kematian pasien corona yang tidak diterima oleh masyarakat. Hal ini merupakan sesuatu  yang janggal bagi bangsa Indonesia, yang dikenal sebagai negara ramah dan suka bergotong royong, tetapi tidak menerima pemakaman jenazah pasien covid-19 yang sudah disterilkan oleh para medis, dikarenakan mereka sudah termakan ketakutan di dalam dirinya sendiri.


Menurut saya teater digital ini sangat menarik dan menginspirasi. Menarik karena para pemain berhasil membawakan setiap perannya dengan baik. Dan menginspirasi karena seperti menyampaikan pesan bahwa ketakutan akibat pandemi bisa merusak citra bangsa Indonesia yang dikenal ramah tamah.


***


#5
Kata Gita Andini
(Siswa kelas XI IPS 1 SMAN 1 Lawang)

Ketika rasa ketakutan, kecemasan, dan kekhawatiran berkecimpung menjadi satu ditambah lagi dengan keharusan melanjutkan hidup bisa membuat orang "stress berat" dalam kurun waktu beberapa minggu bahkan beberapa bulan.
Hal ini bisa terjadi, sebab semua orang terlalu berlebihan dalam menganggap suatu pandemi yang sedang terjadi yaitu COVID-19. Diceritakan dalam teater digital Pandemi Paranoid 19 yang disutradarai oleh Anwari. "Stress berat" terlihat dalam beberapa adegan, salah satunya, seorang wanita yang memakan telur rebus yang dipercaya untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap terjaga, karena terlalu takut dan cemas akan covid-19. "Stress berat" juga dialami oleh dua orang laki-laki ketika mereka menari nari sendiri tanpa memperdulikan yang lain, seakan-akan mereka hidup sendiri di dunia ini. Hal ini terjadi karena banyak kegiatan yang dilarang, mereka tidak bisa menjalani kehidupan sebagaimana mestinya. Semua orang terjebak dalam dinding-dinding tembok dan menjadikan mereka teman berbicara dan berkeluh kesah. Dan sangat memprihatinkan sekali adanya isu tentang masyarakat yang tidak menerima pemakaman jenazah di daerah tempat tinggalnya, atas dasar kekhawatiran  dan ketakutan tersebut. Adanya isu tersebut dirasa tidak mengindahkan asas kemanusiaan dalah kehidupan sosial di masyarakat. Seharusnya dalam kondisi seperti ini, masyarakat dihimbau untuk saling membantu dan bersama-sama melakukan penanganan terbaik agar tantangan wabah ini bisa segera terselesaikan.

Penjiwaan pemain yang begitu dalam, pemilihan latar yang sederhana, dan penyampaian pesan melalui gerak-gerik pemain membuat karya ini sangat unik. Instrumen musik yang digunakan sangat menarik dengan dipadukan suasana dalam karya tersebut.


***


#6
Kata Natadayintha Lintang Lovivellea
(Siswa kelas XI IPS 1 SMAN 1 Lawang)

Sebuah pertunjukan teater digital dengan judul "Pandemi Paranoid 19" yang disutradarai oleh Anwari dengan produser Elyda K. Rara dibawah naungan Kamateatra Art Project adalah sebuah pertunjukan teater mengenai keadaan masyarakat yang gelisah dan panik karena adanya virus covid-19. Pertunjukan teater dengan durasi 17.11 ini menggambarkan bagaimana keadaan masyarakat ditengah pandemi covid-19 dengan rumor yang beredar dan belum tentu pasti kebenarannya terus membuat masyarakat Indonesia gelisah dan panik yang berlebihan ditambah dengan kehidupan masyarakat yang sedikit berubah karena adanya "social distancing". Tapi banyak diantara mereka yang mengabaikan arti penting social distancing ini. Memang benar virus ini bisa menyerang siapa saja dan kapan saja tapi sebaiknya kita berpikir jika lebih baik mencegah daripada mengobati baik dengan cara menjaga imun tubuh, menjaga kebersihan diri dan lingkungan atau yang lainnya. Terjangkit virus covid-19 bukanlah sebuah aib yang harus ditutup-tutupi tapi mengapa banyak orang yang menyembunyikan kebenaran jika mereka terjangkit virus covid-19 karena hal inilah masih banyak orang yang terjangkit virus covid-19. Selain itu yang memperihatinkan adalah saat jenazah orang yang positif covid-19 ditolak untuk dimakamkan di pemakaman tempat tinggalnya. Tim medis terus berusaha di garis terdepan dalam menangani kasus covid-19, mereka tahu jika kemungkinannya besar mereka akan tertular covid-19 tapi mereka tidak menyerah dan terus berjuang hal ini menunjukkan betapa mulianya hati dan pekerjaan mereka.

Kamateatra Art Project benar benar luar biasa dalam menampilkan karya yang menarik dan unik. Penonton yang melihat teater ini di awal pasti akan bingung dan bertanya-tanya mengenai maksud dari teater ini. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa penggambaran cerita yang berbeda dengan pemilihan latar tempat yang sederhana dan pemilihan musik yang sangat menarik. Selain itu penyampaian pesan yang mempunyai gaya tersendiri dan ditambah dengan gerakan-gerakan yang aneh tetapi unik menambah kesan yang berbeda dalam pertunjukan teater pandemi paranoid 19 ini. Ada 2 kata yang cocok untuk menilaib teater ini yaitu unik dan menarik. 

Kamateatra Art Project sukser menampilkan sebuah karya teater digital yang berbeda dari teater yang lainnya. Dari pengelolaan latar yang sederhana, dialog yang terkesan monolog dan pemilihan karakter yang sesuai dengan tokohnya membuat orang yang melihat teater ini menjadi tertarik dengan adegan yang ditampilkan dan ingin untuk terus mengikuti alur ceritanya. Selain itu banyak pesan yang tersampaikan kepada penonton dengan sangat baik. Teater ini cocok untuk dijadikan sebagai bahan mengajar di sekolah dan cocok untuk dilihat di segala kalangan usia.




Catatan:
Ulasan dari para pelajar ini merupakan hasil dari upaya kami menghadirkan penulis pertunjukan, yang saat ini cukup jarang, langsung dari kalangan pelajar. Program ini kami lakukan melalui kerja sama dengan guru di sekolah dalam pemberian materi tentang seni pertunjukan secara daring, hingga berujung pada pengondisian apresiasi pertunjukan produksi kami.

Menyoal wacana, pertunjukan, dan apresiasi seni pertunjukan kontemporer di sekitar kami

0 Comentarios:

Post a Comment

Hubungi Kami

telepon :

+62 819 9919 4797

Alamat :

Perum Shingasari No 4B
Malang

Email :

kamateatraartproject@gmail.com