-->

Saturday, 2 May 2020

PANDEMI PARANOID 19? (Bagian 1-3)

APA KATA SISWA-SISWA SMA TERKAIT PERTUNJUKAN DIGITAL "PANDEMI PARANOID 19"? (Bagian 1-3)



(sumber gambar: victorynews.id)


#1
Kata Aulia Indah R. 
(Siswa kelas XI IBB SMAN 1 Lawang)

MISTERIUS TAPI MENARIK. Di awal video, saya tidak paham apa yang sedang saya lihat. Mengapa dua laki-laki itu merangkak di tanah? Mengapa perempuan itu berdiri di antara mereka? Apa gunanya? Ini mengapa mereka menari?

Berbagai pertanyaan yang muncul tetap tidak sepenuhnya terjawab, karena itulah saya menyebut video ini misterius. Berlanjut hingga durasi kesekian, saya tertawa (maaf). 

Saya mulai paham, lantas tertawa. Ini menarik sekali. Saya tidak pernah membayangkan, akan ada orang yang makan telur rebus secara brutal karena ketakutan. Tidak pula membayangkan, si perempuan memberikan telur rebus pada lelaki yang menari-nari. Walau saya tidak tahu alasan mereka menari-nari, lalu dibungkus plastik, lalu menari lagi, kemudian pergi ke kuburan dan berakhir di dalam ruangan dengan menari. 

Namun dari semua itu, saya paham satu hal. Orang Indonesia masih seperti itu, virus pun menyerah tanpa babibu. Fasilitas kesehatan yang terjamin tidak mencukupi kebutuhan manusia. Hingga semua berakhir di kuburan. 

Selain itu, cara mereka menyampaikan pesan sungguh luar biasa karena kami seperti disuruh berpikir. Musik yang mengiringi sepanjang video pun, mengambil andil besar dalam menyampaikan betapa bahayanya virus yang sedang menyerang. Latarnya sederhana, namun kemudian sangat totalitas. Walau dialog yang seperti monolog hanya sedikit, mereka sangat membantu dalam penyampaian pesan. 


***


#2
Kata Farida Kurotuani
(Siswa kelas XI IBB SMAN 1 Lawang)


Video dari Kamateatra Art Project tersebut sangat menarik, sang sutradara menggabungkan kecemasan yang dirasakan para masyarakat menjadi sebuah pertunjukan digital. Permasalahan sosial dalam video tersebut yaitu adanya rasa sepi dalam diri, cemas berlebihan dan merasa terasingkan. Meskipun istilah social distancing sudah dirubah menjadi physical distancing, masyarakat masih merasa dirinya jauh dari orang sekitar. Padahal saat ini banyak alat komunikasi yang dapat digunakan untuk tetap saling terhubung. Selain itu, kecemasan yang berlebihan dapat menimbulkan kondisi psikomatik di mana pikiran dapat mengendalikan tubuh. Dalam video tersebut juga ada kebiasaan baru yaitu memakan telur, dengan adanya hal ini pikiran akan mensugesti tubuh untuk tetap tenang dan positif sehingga daya tahan tubuh tetap terjaga. Banyak juga masyarakat yang terlalu paranoid hingga mereka menolak adanya pemakaman jenazah di sekitar tempat tinggal. Mungkin mereka terlalu khawatir jika jenazah itu bisa menularkan penyakit. Padahal virus ini tidak dapat menyebar melalui udara. Para petugas medis pun juga sudah melaksanakan semua protokol yang ditentukan. Harusnya kita sebagai bangsa Indonesia harus bisa saling menyemangati dan membantu satu sama lain dalam kondisi seperti ini, tetapi juga dengan tetap menjaga diri sendiri.

Penataan alur dalam video tersebut menurut saya sudah menarik. Mungkin kostum-kostum yang digunakan bisa lebih diperbaiki, agar terlihat lebih menarik lagi. Untuk musik yang digunakan cukup membuat saya merinding serta pengeditan filter dan cahaya semakin membuat pertunjukan tersebut terasa dramatik.


***


#3
Kata Nona Ayu Tri Rejeki
(Siswa kelas XI IBB SMAN 1 Lawang)

Pertunjukan digital yang merupakan proyek dari Kamateatra Art Project tersebut bertemakan kehidupan sosial yang sedang marak saat ini, dalam video ini saya menangkap satu hal yaitu ketakutan para warga tentang COVID-19. Sang sutradara menggabungkan situasi saat ini dengan sebuah seni yang menjadikan sebuah pertunjukan digital. Masyarakat berbondong-bondong mengisolasi diri, agar tidak tertular virus corona. Dengan menyebarkan mitos/hoax jika memakan telur terhindar dari penyakit ini. Hal ini menyebabkan pikiran masyarakat untuk melindungi diri hanya dengan memakan telur, hal itu tidak terpengaruh kepada tubuh, karena virus bisa menyerang siapa saja. Kita hanya perlu menjaga imun kita supaya tetap stabil dengan berolahraga. Munculnya berita tentang penolakan pemakaman jenazah yang terpapar virus COVID-19 sangat memprihatinkan, sebetulnya jika proses sudah terjamin kita tidak perlu takut. Sebaiknya kita sebagai bangsa Indonesia saling membantu satu sama lain, dan juga tetap menjaga diri supaya tidak tertular virus COVID-19. 

Pemain yang sangat luwes menggerakkan tubuhnya, menyampaikan seluruh cerita melalui gerakan yang sedikit aneh. Saya sedikit bingung pada bagian 2 orang lelaki yang sedang berjoget dan kurang mengerti pesan di bagian tersebut. Latar yang dipergunakanpun cukup jelas menggambarkan situasi negara Indonesia saat ini. Larangan bertemu dalam jumlah banyak, menurut saya juga tersampaikan melalubi pertunjukan digital ini. Pertunjukan ini menurut saya sangat menarik dan keserasian gerakan pemain yang sangat bagus.




Catatan:
Ulasan dari para pelajar ini merupakan hasil dari upaya kami menghadirkan penulis pertunjukan, yang saat ini cukup jarang, langsung dari kalangan pelajar. Program ini kami lakukan melalui kerja sama dengan guru di sekolah dalam pemberian materi tentang seni pertunjukan secara daring, hingga berujung pada pengondisian apresiasi pertunjukan produksi kami.

Menyoal wacana, pertunjukan, dan apresiasi seni pertunjukan kontemporer di sekitar kami

0 Comentarios:

Post a Comment

Hubungi Kami

telepon :

+62 819 9919 4797

Alamat :

Perum Shingasari No 4B
Malang

Email :

kamateatraartproject@gmail.com