-->

Salam Budaya!

Kami Teater Seniman Berkarya

Blog Hubungi

Pendiri

Aktor
Sutradara
Penulis
Who am i

KamateatraArt Project

Professional Seni Pertunjukan

Kamateatra Art Project adalah sebuah wadah kolaborasi seni pertunjukan kontemporer yang didirikan oleh Anwari dan Elyda K. Rara pada 17 November 2016 di Singosari, Malang.

Berfokus pada kegiatan manajemen seni pertunjukan yang meliputi pertunjukan teater, musik, film, sastra, hingga tari, dalam kemasan kontemporer.

Karya

Teater

Kami Memiliki puluhan karya teater yang sudah dipentaskan diberbagai event di lokal maupun internasional

Naskah

Kamateatra Art Project Memiliki Banyak Karya naskah yang telah diakui seniman maupun Akademisi

Event

Penyelenggara, konseptor, maupun sebagai tamu sebuah event di ratusan event di lokal maupun internasional

Buku

kami memiliki ratusan karya buku yang terjual dan tersebar di seluruh indonesia

Blog

PAMERAN INSTALASI GILIS: MENEROKA TEKNOLOGI TRADISIONAL MADURA YANG TERSISIH


Ada sebuah teknologi tradisional Madura yang berperan membantu kerja domestik masyarakatnya terkait kebutuhan mengolah makanan pokok mereka yaitu jagung. Alat ini adalah gilis, sebuah penggiling jagung yang terbuat dari batu. Alat ini turun-temurun digunakan dalam keluarga Madura yang sayangnya kini gilis sudah tidak banyak digunakan lagi. Padahal gilis tidak saja berfungsi sebagai alat, namun juga sebagai tanda kemajuan berpikir manusia. Gilis mencerminkan hubungan manusia dengan alam, manusia dengan manusia, serta manusia dengan Tuhan.

 

Padepokan Seni Madura lewat dukungan Dewan Kesenian Jawa Timur melalui program Bantuan Komunitas membuat pergelaran Pameran Instalasi Gilis. Program ini juga masuk dalam program Biennale Jatim IX yang telah dilaksanakan pada 8 Desember 2021 di desa Mantajun, Sumenep, dengan menghadirkan instalasi gilis. Pameran dimaksudkan untuk menghadirkan kembali ingatan personal maupun koliktif masyarakat setempat dengan menghadirkan momen intim dari pertemuan material kultur gilis dengan manusia.

 


Anwari sebagai seniman penggagas membuat instalasi interaktif gilis yang dihadirkan di halaman panjang model rumah tradisi Madura yang biasa disebut taneyan lanjhang. Konsep instalasi gilis yang direncanakan awal memang sangat besar dengan mengumpulkan gilis-gilis yang tidak terpakai sekitar 150 gilis yang tersebar di rumah-rumah masyarakat. Acara ini pun direncanakan selama 3 hari, namun dengan minimnya dana yang didapat akhirnya diminimaliskan menjadi 1 hari dan menggalang berbagai dana dari berbagai pihak. Anwari berharap di tahun depan pameran instalasi gilis ini dapat diselenggarakan lagi dengan konsep yang ideal.

 


Pada akhirnya gilis-gilis tersebut dihadirkan dengan jagung yang siap digiling siapapun yang ingin mencoba. Namun bukan sekadar menghadirkan interaksi tersebut, pameran ini juga dijalankan dengan berbagai acara, di antaranya pertunjukan musik tradisi tong tong sebagai pembuka, interaksi ibu-ibu desa menggilis jagung, penyuguhan bubur jagung manis dari hasil penggilisan dan minuman khas desa yaitu pokak (gula merah dicampur sereh), pemberian santunan kepada 20 lansia, penayangan film Meditasi Ghulur karya Anwari dan film dokumenter D. Zawawi Imron berjudul Celurit Emas karya Rizky Julian Permana, serta ditutup pertunjukan topeng ghulur oleh Gerakan Anak Muda Mantajun (Gendam).[el]

 


 

 

Foto: ibu-ibu desa mencoba berinteraksi dengan instalasi gilis

PENGUMUMAN PENUNDAAN PERTUNJUKAN ANATOMI TAHU

Setelah melalui serangkaian proses produksi dalam 2 bulan ini, mulai dari latihan aktor, penyebaran publikasi, penyebaran undangan, pencarian pendukung pertunjukan, hingga audiensi ke tahap wakil bupati, kami merasa siap menggelar pertunjukan Anatomi Tahu di Pabrik RDS Klampok Singosari, Minggu esok tanggal 4 Juli 2021. Namun di H-3 pertunjukan kami, keluar peraturan pemerintah mengenai PPKM Darurat di Jawa dan Bali yang berlaku tanggal 3 hingga 20 Juli 2021. Ini adalah peraturan pemerintah yang mutlak hukumnya untuk dijalankan. Kami sebagai pelaku kesenian di Malang yang terdampak peraturan ini memang mesti menjalankan.

Maka dengan berat hati kami umumkan bahwa pertunjukan Anatomi Tahu DITUNDA hingga masa PPKM Darurat selesai dan situasi memungkinkan untuk pergelaran pertunjukan kesenian lagi. Untuk tanggal baru akan kami informasikan di kemudian hari secara resmi.

Mari kita berdoa semoga bumi kita semakin sehat dan aktivitas berkesenian kembali bergairah.

Salam,
Tim produksi ANATOMI TAHU
Kamateatra Art Project

RILIS PERS PERTUNJUKAN “ANATOMI TAHU” KARYA DAN SUTRADARA ANWARI


Sebuah pertunjukan kesenian tidak pernah lepas dari kondisi sosio kultural masyarakatnya. Bagaimana masyarakat berkembang, bersama dengan itu pula pertunjukan kesenian bergerak. Begitu pula dengan pertunjukan teater yang seringkali mengambil isu dari kondisi lingkungan di sekitarnya. Ada yang menarik dalam fenomena industri yang berkaitan erat dengan sistem ekonomi, sosial, dan psikologi masyarakat. Ketiganya saling mempengaruhi dan membentuk budaya tertentu dalam masyarakat. Di luar dari itu, seni seringkali berkembang dari kondisi budaya masyarakat dan akan menarik saat pertunjukan dihadirkan di tengah kegiatan industri.


Kali ini kami mengangkat industri pabrik tahu dengan isu tahu di dalamnya. Di mana seperti yang kita ketahui bersama, tahu yang dianggap sebagai makanan “murah” rakyat rupanya sedang mengalami kondisi kontradiktif di mana murahnya harga jual dibayangi dengan fenomena impor kedelai sebagai bahan bakunya. Kondisi ini tentu tidak banyak menjadi fokus mayoritas konsumen tahu. Sepanjang perjalanan, tahu terus menjadi makanan murah di negara sendiri. Lain kondisi di luar negeri, tahu rupanya menjadi makanan yang “tidak murah”. 


Dengan kondisi inilah kami menggagas sebuah pertunjukan teater dengan menggunakan pendekatan teater antropologi-industri. Kami ingin menunjukkan hubungan menarik antara industri yang banyak mengambil alih peran manusia hingga menciptakan pola masal dan instan dalam hal jangkauan dan konsumen. Sedangkan terkait dengan pemilihan tempat pabrik tahu RDS yang berkomitmen membuat tahu organik adalah kesterilan yang distandarkan pada pekerja tahu dan strategi pembuangan limbah (seringkali dianggap mencemari lingkungan), namun di pabrik ini ada strategi industri yang menarik.

 

Pertunjukan ini berangkat dari riset proses pengolahan tahu langsung di pabrik tahu RDS Klampok, Singosari. Periset adalah tim Kamateatra Art Project yang terdiri dari pemimpin pertunjukan, sutradara, hingga aktor, yang dibantu oleh pemilik pabrik tahu sebagai narasumber dan produser pertunjukan.


Pada saat pengolahan adegan, sutradara bersama para aktor mengangkat isu seputar impor kedelai yang sempat disinggung presiden Joko Widodo, hingga harga tahu yang tidak pernah naik. Kemudian bagaimana para pekerja di pabrik tahu dieksplorasi dalam adengan-adengan minim kata dan lebih banyak eksplorasi gerak. Penonton akan banyak menikmati pola-pola gerak aktor dan bahasa-bahasa simbolik. Isu lain adalah seputar sosok kapitalis yang dianggap mampu memberikan kesejahteraan di balik produksi tahu dan nyatanya hanya menjadi angan-angan semu. Hingga pada akhirnya digambarkan betapa masyarakat pembuat dan konsumen tahu terus berkubang dalam permasalahan di balik produksi tahu yang tak pernah selesai.

 

Ada yang menarik dalam proyek Kamateatra Art Project kali ini di mana kami menggandeng sosok pebisnis muda yang pernah menerima penghargaan berskala nasional “Mandiri Award” sebagai wirausahawan muda paling berbakat (2010). Ini adalah kolaborasi yang di luar alur kebiasaan kami. Lewat sosok wirausahawan muda ini pulalah jalan berkesenian langsung di pabrik tahu terbuka, pun kemudian kami menggandeng pengurus Ansor Ranting Desa Klampok. Proses kolaborasi kami kali ini sendiri masih mengusung misi kami sejak tahun lalu yaitu bersinergi dengan segala potensi yang ada di sekitar lingkungan kami, desa Klampok, kecamatan Singosari, kabupaten Malang.

 










Tim pertunjukan ini terdiri dari Rudik Setiawan (produser); Anwari (sutradara); Elyda K. Rara (pemimpin produksi); Ma’rifatul Latifah, F.N. Bagaskara, Moenir Khan, Azizah Novi, Allan Fikri, dan Bahauddin (pemain); Dodot (penata lampu); Akmal Rahmat Firdaus (penata artistik); Julieta Anta (manajer administrasi); dan Arrington de Dionyso (penata musik), serta beberapa volunteer yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu.

 

Pertunjukan ini membuka kesempatan bagi siapa saja untuk memberikan dukungan dalam bentuk dana, peliputan pertunjukan, hingga tindak lanjut pertunjukan lanjutan. Dukungan dapat disampaikan secara langsung melalui 085102321025 (Rudik) atau 081944908806 (Elyda).

 

Bagi penonton yang ingin menyaksikan pertunjukan ini diimbau agar segera memesan tiket karena kuota terbatas. Pertunjukan akan dihelat pada Minggu, 4 Juli 2021 jam 19.00 WIB di pabrik tahu RDS, Klampok, Singosari, dengan HTM 25.000. Untuk pemesanan bisa melalui 085230800787 (Mia) atau 081944908806 (Elyda).

 

 

Singosari, 23 Juni 2021

Elyda K. Rara

(Direktur Kamateatra Art Project)

OBELISK DAN PEREMPUAN DARI MUSIM HUJAN

 

RILIS PERS PERTUNJUKAN "OBELISK DAN PEREMPUAN DARI MUSIM HUJAN" KARYA DAN SUTRADARA ANWARI 

OBELISK DAN PEREMPUAN DARI MUSIM HUJAN lahir di tengah kacau pandemi Covid 19 yang memasifkan hampir sebagian besar pertunjukan teater di Indonesia. Sebagai pelaku teater, kami berkomitmen untuk tetap berproses dengan memanfaatkan teknologi dan karantina pemain. 


Pertunjukan ini awalnya merupakan dua pertunjukan yaitu OBELISK dan PEREMPUAN DARI MUSIM HUJAN. Obelisk adalah naskah dan pertunjukan yang baru digarap Anwari tahun ini. Sedangkan Perempuan dari Musim Hujan telah mengalami beberapa perjalanan uji coba sejak tahun 2019 dengan beberapa aktor dan dengan beberapa variasi judul. 


Di tahun 2021 ini Anwari berinisiatif menggabungkan dua pertunjukan ini dalam sebuah judul namun dengan ruang yang berbeda di mana keduanya memunculkan keresahan masing-masing. Penggabungan dua pertunjukan menjadi satu judul sejatinya juga merupakan uji coba yang akan terlihat saat para aktor dan ruang pertunjukannya bertemu dengan penonton.


Pertunjukan ini menghadirkan dua ruang yang membawakan isu masing-masing. Obelisk adalah wujud pencampuradukan peristiwa-peristiwa di alam sadar dan alam bawah sadar sehingga garis pemisah di antara keduanya sudah tidak tampak lagi. 


Sedangkan ruang Perempuan dari Musim Hujan membawa keresahan perempuan sebagai pusat dari segala. Ia adalah sumber estetika, pengetahuan, kehidupan, hingga jiwa yang hinggap di setiap tubuh manusia. Dua ruang ini ditarik oleh benang merah suatu keresahan yang hidup menetap di alam pikiran dan diri manusia.


Di awal proses untuk latihan reading dan bedah naskah dilakukan melalui google meet. Sedangkan proses latihan lanjutannya adalah dengan melakukan karantina beberapa hari untuk aktor di Kamateatra Art Space. 


Medan berlatih yang digunakan adalah area panggung terbuka, persawahan, dan kebun ubi. Untuk para aktor akan menjadi catatan apakah mereka mampu mempertahankan intensitas berlatih Anwari’s Method: Reality of Body di tengah jadwal berlatih yang tidak bisa setiap saat bertemu, juga dengan pemahaman mereka akan teks yang dibedah secara virtual bersama sesama aktor dan praktisi.


Pada akhirnya momen pandemi akan menjadi catatan khusus bagi proses penyutradaraan Anwari dan proses berlatih aktor untuk tetap produktif dengan tantangan: jarak, teknologi, dan rasa setia berkesenian. 


Pertunjukan ini diproduseri oleh Elyda K. Rara dengan sutradara dan penulis naskah Anwari. Para pemainnya adalah Widayat (Lamongan – Malang), Ma’rifatul Latifah (Bangkalan – Surabaya), Moenir Khan (Pamekasan – Surabaya), Amelda Siftia (Malang), Cahyarani (Malang), dan Anwari (Sumenep – Malang). Sebagai penata artistik adalah Khafi Chaplin dan penata cahaya adalah Mas Bro Dayat.


Pertunjukan ini akan ditampilkan perdana dalam helat Parade Teater Saling Kunjung yang diadakan Dewan Kesenian Malang pada Sabtu, 3 April 2021 jam 19.00. Anda sekalian dapat berpartisipasi menjadi bagian dalam produksi kami dalam hal finansial maupun nonfinansial yang Anda inginkan. 


Dengan cara finansial Anda dapat memilih: 

(1) membeli tiket kami dan dapat Anda gunakan untuk menonton langsung pertunjukan kami; 

(2) Anda bisa membeli tiket untuk disumbangkan kepada calon penonton yang tidak bisa membeli tiket, 

Silakan hubungi CP tiket (+6288 1624 1801 atau +6285 7153 0489 3) dan katakan Anda memesan tiket untuk didonasikan; (3) Anda bisa mendukung kami dengan dana yang bisa disalurkan melalui konfirmasi ke nomor +6281 9449 0880 6 (Elyda); dan lain-lain.

 


Dalam hal nonfinansial Anda dapat memilih: (1) menyebarluaskan poster dan isu pertunjukan kami; (2) meliput atau menuliskan pertunjukan kami; (3) memberikan ruang atau kesempatan bagi kami untuk pentas lanjutan; (4) memberikan dukungan tertulis secara langsung kepada kami; dan lain-lain.

Sampai jumpa di pertunjukan ini. Semoga produktif dan sehat selalu!

Malang, 25 Maret 2021

Produser,

 


Elyda K. Rara

RILIS PERS: TERIMA KASIH ATAS DONASI DI KITABISA.COM

  


 Pada tanggal 16 Juni 2020 kemarin kami menginisiasi penggalangan dana di kitabisa.com sebagai upaya proses produksi seniman agar tetap bisa berkarya seni di tengah pandemi. Kami merasa perlu melakukan sesuatu yang lain, di luar kerja produksi seni yang biasa kami lakukan untuk merespon beberapa rekanan seni kami yang terdampak pandemi. Kami mencoba menggunakan media kitabisa.com karena menjadi salah satu alternatif yang sangat memungkinkan bagi kami untuk mengusahakan pemerolehan dana selain bantuan atau hibah dari pemerintah.

 

Pengajuan penggalangan dana kami ajukan ke pihak kitabisa.com dengan detail alasannya. Setelah melalui proses verifikasi akhirnya pengajuan kami disetujui dan keluarlah judul penggalangan dana “Bantu Kami Selalu Produktif dalam Karya Teater”. Adapun untuk durasi penggalangan dana, kami buat dalam kurun waktu tiga bulan dengan target 60 juta.

 

Setelah masa galang dana selesai, kami cek bahwa dana yang masuk pada kami dari 17 donatur dengan total dana Rp.637.816. Kami sangat bersyukur atas donasi yang telah disampaikan kepada kami dari para donatur. Tentu kami berdoa agar donasi yang disalurkan akan diganti dengan rizki berlebih dan segala niat baik donatur dipermudah Tuhan.

 

Setelah dikurangi dana operasional, total donasi yang dapat kami ambil sebesar Rp.596.102 dan sudah kami tarik pada 15 September 2020 ke rekening BNI a.n. Elyda Kartika Rara Tiwi. Untuk laporan penggalangan dana, nama-nama donatur, dan pencairan dana dapat diakses di laman https://kitabisa.com/campaign/bantukamateatraart.

 

Dengan total donasi yang ada, akhirnya kami berencana membuat persembahan tiga film dokumenter pendek tentang maestro seni yang ada di sekitar kami, wilayah kecamatan Singosari, kabupaten Malang. Mereka adalah empu Fanani (seorang pembuat keris), bapak Suyitno (pembuat ribuan karya lukis), dan kelompok jaran kepang Kusumo Joyo (kelompok jaran kepang yang menciptakan ekosistem penikmat seni tradisi).

 

Kami berharap persembahan karya film dokumenter ini bisa menjadi basis data maestro seni wilayah kecamatan Singosari, selain memang mereka memiliki karya masing-masing yang layak diketahui masyarakat yang lebih luas. Kami akan meluncurkan karya film dokumenter ini dalam acara KAMAFEST 2020 yang kali ini mengambil tema Jejak Seni Maestro Utara. Informasi terkait acara kami ini akan kami susulkan dalam rilis pers berikutnya.

 

Sekali lagi, kami sampaikan terima kasih dengan tulus atas donasi yang diberikan dari para donatur, pun kepada kitabisa.com yang telah memfasilitasi penggalangan dana kami. Semoga dengan donasi ini kita bisa bersama menyaksikan jejak karya seni dari para maestro seni untuk persembahan kepada dunia.

 

Salam,

Elyda K. Rara

(Direktur Kamateatra Art Project)

CALIGULA (Sebuah Tafsir Ulang atas Naskah Karya Albert Camus)



PRESS RELEASE PERTUNJUKAN TEATER DIGITAL "CALIGULA" (Sebuah Tafsir Ulang atas Naskah Karya Albert Camus)


Kamateatra Art Project kembali bekerja sama dengan Teater Komunitas (Malang) dalam sebuah garapan pertunjukan teater digital berjudul Caligula. Pertunjukan ini merupakan hasil tafsir ulang Anwari sebagai sutradara atas naskah drama Caligula karya Albert Camus yang dirilis pada tahun 1938. Pertunjukan ini digarap dalam durasi pendek dengan mengambil gagasan yang cukup penting dalam naskah oleh sutradara dan merupakan pertunjukan tanpa kata oleh aktor tunggal.

Hubungi Kami

telepon :

+62 819 9919 4797

Alamat :

Perum Shingasari No 4B
Malang

Email :

kamateatraartproject@gmail.com